Diskusi Hangat Bersama Kajari Purwakarta : Membangun komunikasi lintas sektor yang sehat
Sore ini, cuaca di Purwakarta sedang turun hujan namun hal tersebut tidak melunturkan semangat dan antuasiasme para Kepala Desa untuk berdiskusi dan berbincang santai dengan Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta dalam kegiatan “Ngopi Sore Bersama Kajari Purwakarta”. suasana terasa akrab namun sarat akan makna. Bertempat diruang penerimaan tamu, lima Kepala Desa yang terdiri dari Kepala Desa Cilalawi, Kepala Desa Cipicung, Kepala Desa Sukamaju, Kepala Desa Cijantung dan Kepala Desa Malangnengah berkumpul dalam forum tersebut untuk berdiskusi langsung Bersama Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta.
Program ini bukan sekadar temu muka, tetapi wujud nyata upaya membangun hubungan harmonis antara institusi hukum dan aparatur pemerintahan desa. Diskusi terbuka menjadi ruang yang aman untuk mengurai dinamika pelaksanaan tata kelola desa yang selama ini kerap tersembunyi di balik meja birokrasi.
Dalam disuksi ini, parae kepala desa mengeluhkan oknum media yang diduga menyampaikan informasi yang tidak akurat dan bersifat provokatif kepada Masyarakat. Selain itu terdapat fenomena sosial baru di beberapa desa, yakni menurunnya produktivitas warga penerima BLT, yang sebelumnya aktif dalam kegiatan ekonomi seperti bercocok tanam palawija, kini cenderung pasif dan mengandalkan bantuan. Hal ini menjadi kekhawatiran serius di tingkat desa, karena dapat berdampak jangka panjang terhadap kemandirian dan daya saing ekonomi masyarakat pedesaan.
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Dr. Martha Parulina Berliana, S.H., M.H. menyampaikan agar pemerintah desa harus mulai menerapkan sistem PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di kantor desa, sebagai bentuk pengendalian dan pengamanan akses pihak eksternal. Selain itu Kajari Purwakarta juga menyampaikan potensi dampak negatif dari bantuan tunai terhadap produktivitas warga perlu menjadi bahan evaluasi kebijakan, termasuk penguatan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
@kejaksaan.ri
@kejati_jabar
@jaksapedia
Kejaksaan Negeri Purwakarta BEDAS!
[Berani. Empati, Dinamis, Akuntabel, Solid]
Sore ini, cuaca di Purwakarta sedang turun hujan namun hal tersebut tidak melunturkan semangat dan antuasiasme para Kepala Desa untuk berdiskusi dan berbincang santai dengan Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta dalam kegiatan “Ngopi Sore Bersama Kajari Purwakarta”. suasana terasa akrab namun sarat akan makna. Bertempat diruang penerimaan tamu, lima Kepala Desa yang terdiri dari Kepala Desa Cilalawi, Kepala Desa Cipicung, Kepala Desa Sukamaju, Kepala Desa Cijantung dan Kepala Desa Malangnengah berkumpul dalam forum tersebut untuk berdiskusi langsung Bersama Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta.
Program ini bukan sekadar temu muka, tetapi wujud nyata upaya membangun hubungan harmonis antara institusi hukum dan aparatur pemerintahan desa. Diskusi terbuka menjadi ruang yang aman untuk mengurai dinamika pelaksanaan tata kelola desa yang selama ini kerap tersembunyi di balik meja birokrasi.
Dalam disuksi ini, parae kepala desa mengeluhkan oknum media yang diduga menyampaikan informasi yang tidak akurat dan bersifat provokatif kepada Masyarakat. Selain itu terdapat fenomena sosial baru di beberapa desa, yakni menurunnya produktivitas warga penerima BLT, yang sebelumnya aktif dalam kegiatan ekonomi seperti bercocok tanam palawija, kini cenderung pasif dan mengandalkan bantuan. Hal ini menjadi kekhawatiran serius di tingkat desa, karena dapat berdampak jangka panjang terhadap kemandirian dan daya saing ekonomi masyarakat pedesaan.
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Dr. Martha Parulina Berliana, S.H., M.H. menyampaikan agar pemerintah desa harus mulai menerapkan sistem PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di kantor desa, sebagai bentuk pengendalian dan pengamanan akses pihak eksternal. Selain itu Kajari Purwakarta juga menyampaikan potensi dampak negatif dari bantuan tunai terhadap produktivitas warga perlu menjadi bahan evaluasi kebijakan, termasuk penguatan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
@kejaksaan.ri
@kejati_jabar
@jaksapedia
Kejaksaan Negeri Purwakarta BEDAS!
[Berani. Empati, Dinamis, Akuntabel, Solid]





