Bahasan Hangat Judi Online dan Pinjaman Online pada Jaksa Masuk Sekolah

Judi Online yang cenderung menyebabkan orang melakukan pinjaman secara online dibahas dalam kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai Upaya edukasi hukum bagi para pelajar. Kegaiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai hukum serta membentuk kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Dalam kesempatan ini, Kejari Purwakarta juga melakukan sosialisasi pencegahan judi online yang semakin marak di kalangan pelajar termasuk dampak negatif judi online, risiko kecanduan, kerugian finansial, serta ancaman bagi masa depan pelajar. 

Acara dihadiri oleh perwakilan siswa dari sembilan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Purwakarta, yaitu SMAN 1 Purwakarta, SMAN 2 Purwakarta, SMAN 3 Purwakarta, SMAN 1 Pasawahan, SMAN 1 Bungursari, SMAN 1 Campaka, SMAN Cibatu, SMAN 1 Sukasari, dan SMAN BBC. Antusiasme para siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan terkait pencegahan serta penindakan terhadap judi online yang mengarah terhadap terjadinya pinjaman online.

Dalam kesempatan ini, Kejari Purwakarta menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekolah dalam memberikan edukasi dini agar para pelajar tidak terjerumus ke dalam praktik perjudian online maupun pinjaman online. Mereka juga mengajak para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta tidak mudah tergiur oleh tawaran yang berpotensi merugikan diri sendiri.

Dengan adanya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai hukum serta mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi yang benar mengenai bahaya judi online dan pinjaman online di lingkungan mereka.

Berita Lainnya