Kejaksaan Gandeng Pemerintah Daerah dalam optimalisasi Aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding
Kejaksaan Republik Indonesia melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) secara resmi meluncurkan Aplikasi Real-Time Monitoring Village Management Funding, sebuah inovasi digital yang bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa di seluruh Indonesia.
Peluncuran aplikasi ini dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani dan turut dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, JAM-Intel Reda Manthovani menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan prioritas nasional, sejalan dengan visi pemerintahan dalam memperkuat ekonomi dari bawah dan memberantas kemiskinan. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan Dana Desa menjadi hal krusial demi memastikan kesejahteraan masyarakat desa.
Aplikasi Real-Time Monitoring Village Management Funding hadir sebagai solusi digital dalam pengawasan Dana Desa. Aplikasi ini memiliki fitur unggulan, antara lain: Pemantauan real-time terhadap pengelolaan Dana Desa. Pemetaan data dan permasalahan di setiap desa. Sistem pengaduan masyarakat yang responsif dan efisien.
Dengan alokasi Dana Desa yang pada tahun 2025 mencapai Rp71 triliun untuk 75.250 desa di seluruh Indonesia, aplikasi ini diharapkan mampu menjadi instrumen mitigasi risiko dalam mencegah penyimpangan anggaran.
kejaksaan.ri
@kejati_jabar
@jaksapedia
Kejaksaan Negeri Purwakarta BEDAS!
[Berani. Empati, Dinamis, Akuntabel, Solid]
Kejaksaan Republik Indonesia melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM-Intel) secara resmi meluncurkan Aplikasi Real-Time Monitoring Village Management Funding, sebuah inovasi digital yang bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa di seluruh Indonesia.
Peluncuran aplikasi ini dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani dan turut dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, JAM-Intel Reda Manthovani menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan prioritas nasional, sejalan dengan visi pemerintahan dalam memperkuat ekonomi dari bawah dan memberantas kemiskinan. Oleh karena itu, optimalisasi pengelolaan Dana Desa menjadi hal krusial demi memastikan kesejahteraan masyarakat desa.
Aplikasi Real-Time Monitoring Village Management Funding hadir sebagai solusi digital dalam pengawasan Dana Desa. Aplikasi ini memiliki fitur unggulan, antara lain: Pemantauan real-time terhadap pengelolaan Dana Desa. Pemetaan data dan permasalahan di setiap desa. Sistem pengaduan masyarakat yang responsif dan efisien.
Dengan alokasi Dana Desa yang pada tahun 2025 mencapai Rp71 triliun untuk 75.250 desa di seluruh Indonesia, aplikasi ini diharapkan mampu menjadi instrumen mitigasi risiko dalam mencegah penyimpangan anggaran.
kejaksaan.ri
@kejati_jabar
@jaksapedia
Kejaksaan Negeri Purwakarta BEDAS!
[Berani. Empati, Dinamis, Akuntabel, Solid]





