Kejaksaan Negeri Purwakarta secara rutin melaksanakan kegiatan siraman rohani sebagai bagian dari upaya meningkatkan kekuatan spiritual para pegawai. Kegiatan ini menghadirkan dua agenda utama yang disesuaikan dengan keyakinan masing-masing pegawai.
Bagi pegawai yang beragama Islam, siraman rohani kali ini mengangkat tema Memaknai Makna Marhaban Ya Ramadhan. Melalui sesi ini, para pegawai diajak untuk memahami lebih dalam arti dari datangnya bulan suci Ramadhan sebagai momen penyucian diri, peningkatan ibadah, serta kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan para pegawai nantinya dapat menjadi pribadi yang lebih baik setelah bulan Ramadhan.
Sementara itu, bagi pegawai yang beragama Kristen dan Katolik, Firman Tuhan dari Mazmur 1:1-3 berbicara mengenai kebahagiaan orang yang hidup menurut jalan Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak berjalan menurut orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Bahwa Firman Tuhan menekankan pentingnya memilih pengaruh yang benar dalam hidup, pentingnya menyukai dan merenungkan firman Tuhan dan ketika kita menghidupi Firman ini akan memperoleh berkat, seperti pohon yang tumbuh subur dan memberikan buah yang baik.
Dengan adanya kegiatan ini, Kejaksaan Negeri Purwakarta terus berkomitmen untuk membangun lingkungan kerja yang tidak hanya profesional tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat. Melalui siraman rohani yang rutin, para pegawai diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, meningkatkan semangat kerja, serta menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.
@kejaksaan.ri
@kejati_jabar
@jaksapedia
Kejaksaan Negeri Purwakarta, BEDAS!
[Berani, Empati, Dinamis, Akuntabel, Solid]
Bagi pegawai yang beragama Islam, siraman rohani kali ini mengangkat tema Memaknai Makna Marhaban Ya Ramadhan. Melalui sesi ini, para pegawai diajak untuk memahami lebih dalam arti dari datangnya bulan suci Ramadhan sebagai momen penyucian diri, peningkatan ibadah, serta kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan para pegawai nantinya dapat menjadi pribadi yang lebih baik setelah bulan Ramadhan.
Sementara itu, bagi pegawai yang beragama Kristen dan Katolik, Firman Tuhan dari Mazmur 1:1-3 berbicara mengenai kebahagiaan orang yang hidup menurut jalan Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tidak berjalan menurut orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Bahwa Firman Tuhan menekankan pentingnya memilih pengaruh yang benar dalam hidup, pentingnya menyukai dan merenungkan firman Tuhan dan ketika kita menghidupi Firman ini akan memperoleh berkat, seperti pohon yang tumbuh subur dan memberikan buah yang baik.
Dengan adanya kegiatan ini, Kejaksaan Negeri Purwakarta terus berkomitmen untuk membangun lingkungan kerja yang tidak hanya profesional tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat. Melalui siraman rohani yang rutin, para pegawai diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keimanan, meningkatkan semangat kerja, serta menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.
@kejaksaan.ri
@kejati_jabar
@jaksapedia
Kejaksaan Negeri Purwakarta, BEDAS!
[Berani, Empati, Dinamis, Akuntabel, Solid]





