Siraman Rohani Kejaksaan Negeri Purwakarta: Meningkatkan semangat dan kedispilinan
Untuk pegawai yang beragama Islam, tema siraman rohani pada bulan ini adalah “Shalawat merupakan salah satu rukun shalat”. Shalawat itu adalah kalimat yang sakti dan dijanjikan oleh allah dan rasulnya untuk mendapatkan kebahagiaan. Barangsiapa yang shalawat kepadaku maka allah akan menggantikan 10 kebaikan kepadanya dan shalawat itu sampai juga kepada kita. Surat Al-Ahzab ayat 56 adalah firman Allah yang memerintahkan orang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, setelah sebelumnya menjelaskan bahwa Allah dan para malaikat juga bersalawat untuk Nabi. Makna shalawat dari Allah adalah rahmat dan keridaan-Nya, sedangkan dari malaikat dan umat adalah doa serta permohonan ampunan dan pengagungan.
Sementara itu, bagi pegawai yang beragama Kristen, tema yang diangkat adalah “orang Kristen adalah garam dunia: Matius 5:13”, Kita dipanggil untuk menjadi garam yang berdampak, bukan sekadar hadir, akan tetapi memberi rasa, makna, dan nilai dalam kehidupan ini. Sebagai garam dunia, hidup kita harus berfungsi dan membawa manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Seorang yang percaya akan tampak dari pola pikir dan perilaku yang mencerminkan Kristus. Firman Tuhan tidak hanya terdengar dari mulut kita, tetapi hidup melalui karakter kita sehari-hari. Dalam Firman Tuhan, garam juga melambangkan perjanjian yang kekal, suatu panggilan untuk hidup dalam kekudusan dan kesetiaan. Karena itu, kita harus terus memperbaiki diri, agar hidup kita menjadi teladan yang nyata bagi orang lain. Namun, jika garam kehilangan rasa, ia tidak lagi berguna, demikian pula jika kita kehilangan hubungan yang intim dengan Tuhan. Akibatnya, kita mulai kehilangan pengharapan dan kasih, dan tidak lagi berdampak seperti seharusnya.
@kejaksaan.ri
@kejati_jabar
@jaksapedia
Kejaksaan Negeri Purwakarta BEDAS!
[Berani. Empati, Dinamis, Akuntabel, Solid]
Untuk pegawai yang beragama Islam, tema siraman rohani pada bulan ini adalah “Shalawat merupakan salah satu rukun shalat”. Shalawat itu adalah kalimat yang sakti dan dijanjikan oleh allah dan rasulnya untuk mendapatkan kebahagiaan. Barangsiapa yang shalawat kepadaku maka allah akan menggantikan 10 kebaikan kepadanya dan shalawat itu sampai juga kepada kita. Surat Al-Ahzab ayat 56 adalah firman Allah yang memerintahkan orang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, setelah sebelumnya menjelaskan bahwa Allah dan para malaikat juga bersalawat untuk Nabi. Makna shalawat dari Allah adalah rahmat dan keridaan-Nya, sedangkan dari malaikat dan umat adalah doa serta permohonan ampunan dan pengagungan.
Sementara itu, bagi pegawai yang beragama Kristen, tema yang diangkat adalah “orang Kristen adalah garam dunia: Matius 5:13”, Kita dipanggil untuk menjadi garam yang berdampak, bukan sekadar hadir, akan tetapi memberi rasa, makna, dan nilai dalam kehidupan ini. Sebagai garam dunia, hidup kita harus berfungsi dan membawa manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Seorang yang percaya akan tampak dari pola pikir dan perilaku yang mencerminkan Kristus. Firman Tuhan tidak hanya terdengar dari mulut kita, tetapi hidup melalui karakter kita sehari-hari. Dalam Firman Tuhan, garam juga melambangkan perjanjian yang kekal, suatu panggilan untuk hidup dalam kekudusan dan kesetiaan. Karena itu, kita harus terus memperbaiki diri, agar hidup kita menjadi teladan yang nyata bagi orang lain. Namun, jika garam kehilangan rasa, ia tidak lagi berguna, demikian pula jika kita kehilangan hubungan yang intim dengan Tuhan. Akibatnya, kita mulai kehilangan pengharapan dan kasih, dan tidak lagi berdampak seperti seharusnya.
@kejaksaan.ri
@kejati_jabar
@jaksapedia
Kejaksaan Negeri Purwakarta BEDAS!
[Berani. Empati, Dinamis, Akuntabel, Solid]





